Jakarta, Agustus 2026 — Transformasi digital bukan hanya tentang penerapan teknologi, tetapi mengenai bagaimana organisasi menentukan arah perubahan untuk menciptakan nilai dan tetap relevan di tengah perkembangan bisnis yang semakin dinamis.

Perspektif tersebut dibagikan oleh Prof. Firdaus Alamsjah, Director CREATES & Professor BINUS University, dalam sebuah sharing session bersama jajaran pimpinan Bank Saqu, melalui materi “Digital Transformation Topography: Mapping the Journey from Core Optimization to Business Reinvention.”

Dalam pemaparannya, Prof. Firdaus memperkenalkan sebuah kerangka strategis untuk memahami berbagai jalur transformasi digital, mulai dari mengoptimalkan bisnis inti (Optimize the Core), membangun kapabilitas baru (Build New Capabilities), dan mentransformasi pengalaman pelanggan (Customer Experience Transformation), hingga tahap yang lebih fundamental yaitu Reinvent the Business.

Kerangka ini menunjukkan bahwa transformasi digital memiliki berbagai tingkat dan cakupan. Transformasi dapat dimulai dari perubahan yang bersifat inkremental melalui optimalisasi internal, hingga perubahan yang lebih radikal yang dapat memengaruhi model bisnis, pengalaman pelanggan, dan ekosistem organisasi.

Bagi industri perbankan, pemahaman terhadap berbagai jalur transformasi menjadi semakin penting seiring perubahan ekspektasi nasabah dan perkembangan teknologi. Karena itu, transformasi digital perlu dipandang bukan sekadar sebagai agenda teknologi, melainkan sebagai strategi bisnis untuk menciptakan kapabilitas, pengalaman, dan nilai baru bagi organisasi dan pelanggan.

Melalui sharing session ini, CREATES juga terus memperkuat kolaborasi dengan para pemimpin industri untuk berbagi perspektif dan insight strategis dalam menghadapi perjalanan transformasi bisnis di era digital.