AI Makin Canggih, 6 Profesi Ini Justru Makin Dicari
Kehadiran Artificial Intelligence (AI) sering dikaitkan dengan kekhawatiran akan hilangnya berbagai jenis pekerjaan. Otomatisasi memang dapat mengambil alih sebagian tugas manusia, terutama pekerjaan yang repetitif dan mudah distandardisasi. Namun, perkembangan AI juga membawa sisi lain: semakin masif teknologi digunakan, semakin besar pula kebutuhan terhadap tenaga kerja yang membangun, memasang, dan menjaga infrastruktur di baliknya.
AI tidak bekerja di ruang kosong. Di balik kecanggihan model AI, robot, dan sistem otomatis terdapat data center, jaringan listrik, sistem pendingin, mesin industri, hingga infrastruktur fisik yang semuanya membutuhkan tenaga manusia dengan keterampilan khusus.
Sejumlah pekerjaan teknis dan skilled trades pun diprediksi memiliki peluang pertumbuhan di tengah perkembangan AI. Berikut beberapa di antaranya berdasarkan Randstad dan CNBC Indonesia (2026).
1. Robotics Technician
Semakin luas penggunaan robot dalam manufaktur dan operasional industri, semakin dibutuhkan pula tenaga yang memastikan robot tersebut dapat bekerja dengan baik.
Robotics Technician bertanggung jawab memasang, mengatur, merawat, hingga memperbaiki robot yang digunakan dalam proses produksi dan operasional. Ketika perusahaan meningkatkan otomatisasi, keahlian teknis untuk menjaga mesin-mesin tersebut tetap beroperasi menjadi semakin relevan.
2. HVAC Engineer
AI membutuhkan kemampuan komputasi dalam skala besar, dan aktivitas tersebut menghasilkan panas yang harus dikelola agar perangkat dapat beroperasi secara stabil.
Di sinilah HVAC Engineer memiliki peran penting. Mereka merancang dan menjaga sistem pendingin yang mendukung pengoperasian server dan data center. Pertumbuhan infrastruktur digital membuat sistem pendinginan menjadi bagian penting dari ekosistem teknologi modern.
3. Industrial Automation Technician
Otomatisasi industri bukan hanya tentang mengganti manusia dengan mesin. Sistem otomatis juga harus diintegrasikan, dipantau, dan dirawat.
Industrial Automation Technician menangani integrasi serta pemeliharaan mesin, sensor, dan sistem kontrol dalam proses kerja otomatis. Semakin kompleks sistem otomatisasi yang digunakan perusahaan, semakin penting pula tenaga teknis yang memahami bagaimana berbagai komponen tersebut bekerja bersama.
4. Construction Specialist
Perkembangan AI juga membutuhkan pembangunan infrastruktur dalam skala besar, mulai dari data center, fasilitas energi, hingga berbagai fasilitas fisik pendukung teknologi.
Karena itu, Construction Specialist menjadi salah satu profesi yang ikut mendapatkan peluang dari ekspansi infrastruktur AI. Dunia digital tetap membutuhkan fondasi fisik sebelum teknologi dapat beroperasi.
5. Welder
Profesi seperti Welder mungkin tidak langsung terbayang ketika berbicara tentang AI. Namun, pembangunan fasilitas industri dan infrastruktur tetap membutuhkan berbagai komponen logam yang harus dibuat dan disambungkan secara presisi.
Welder berperan dalam proses penyambungan dan fabrikasi komponen logam untuk fasilitas industri, mesin, maupun berbagai proyek infrastruktur yang menopang perkembangan teknologi.
6. Electrician
Tanpa pasokan dan sistem kelistrikan yang memadai, data center, robot, maupun sistem otomatis tidak dapat beroperasi.
Electrician berperan memasang serta memelihara sistem kelistrikan yang menopang data center, jaringan energi, dan fasilitas otomatis. Ketika kebutuhan komputasi dan otomatisasi meningkat, infrastruktur listrik yang mendukungnya pun menjadi semakin penting.
Era AI Bukan Hanya tentang Pekerjaan Digital
Perkembangan AI menunjukkan sebuah paradoks menarik: semakin digital dunia kita, semakin penting pula sebagian pekerjaan yang berhubungan langsung dengan dunia fisik.
Robot membutuhkan teknisi. Server membutuhkan pendinginan dan listrik. Data center membutuhkan pembangunan fisik. Sistem otomatis membutuhkan tenaga yang mampu memasang, mengintegrasikan, dan memperbaikinya.
Artinya, menghadapi era AI tidak selalu berarti setiap orang harus menjadi programmer atau ahli AI. Peluang juga terbuka bagi mereka yang memiliki keterampilan teknis dan kemampuan bekerja dengan sistem fisik yang menopang perkembangan teknologi.
Alih-alih hanya bertanya, “Pekerjaan apa yang akan digantikan AI?”, mungkin ada pertanyaan lain yang sama pentingnya: “Pekerjaan baru apa yang justru semakin dibutuhkan karena AI?”
Sumber: Randstad (2026); CNBC Indonesia (2026).


Comments :