Mendapatkan promosi menjadi manajer merupakan pencapaian penting dalam perjalanan karier. Namun, tanggung jawab baru ini tidak selalu mudah dijalankan, terutama ketika seseorang harus memimpin tim tanpa persiapan yang memadai.

Transisi dari anggota tim menjadi manajer membutuhkan lebih dari sekadar kemampuan teknis. Seorang manajer dituntut mampu mendelegasikan pekerjaan, mengambil keputusan, menetapkan prioritas, hingga mengelola dinamika tim, termasuk ketika harus memimpin rekan kerja yang sebelumnya memiliki posisi setara.

Promosi Tanpa Persiapan Bisa Berdampak pada Kinerja Tim

Berdasarkan laporan 2025 Global Human Capital Trends dari Deloitte, sebanyak 36% manajer merasa belum memiliki persiapan yang memadai dalam menjalankan tanggung jawab pengelolaan tim (people management).

Temuan ini menunjukkan bahwa kinerja individu yang baik tidak selalu diikuti kesiapan untuk memimpin. Tanpa pemahaman yang jelas mengenai peran manajerial, manajer baru dapat mengalami kesulitan dalam menentukan prioritas, membagi tugas, dan memberikan arahan. Kondisi ini berpotensi menghambat produktivitas, menurunkan motivasi tim, hingga memengaruhi retensi karyawan.

Oleh karena itu, promosi jabatan perlu diimbangi dengan pengembangan kompetensi kepemimpinan agar manajer baru mampu menjalankan tanggung jawabnya secara efektif.

Menghadapi Tantangan Manajerial dengan Framework SOLVE

Salah satu pendekatan untuk mengatasi tantangan kepemimpinan adalah SOLVE Framework dari Dr. Katie Best, yang diperkenalkan melalui bukunya The Ten Toughest Leadership Problems: And How to Solve Them (2025). Framework ini menawarkan lima langkah sistematis dalam memahami dan menyelesaikan permasalahan manajerial.

  1. S – State the Problem: Mengidentifikasi masalah secara jelas, termasuk dampaknya jika tidak segera ditangani.
  2. O – Open the Box: Menggali akar penyebab masalah melalui data, masukan tim, dan berbagai perspektif.
  3. L – Lay Out Your Solution: Menyusun rencana penyelesaian yang realistis sesuai kebutuhan dan kondisi tim.
  4. V – Venture Forth: Menjalankan solusi yang telah dirancang serta memantau perkembangannya.
  5. E – Elevate Your Learning: Mengevaluasi hasil dan mengambil pembelajaran untuk menghadapi tantangan berikutnya.

Melalui pendekatan ini, manajer dapat mengambil keputusan secara lebih terstruktur dan berdasarkan pemahaman menyeluruh, bukan sekadar asumsi.

Kepemimpinan adalah Proses Pembelajaran

Menjadi manajer bukan berarti harus memiliki seluruh jawaban sejak hari pertama. Kemampuan memimpin terus berkembang melalui pengalaman, pembelajaran, dan dukungan organisasi.

Program pengembangan kepemimpinan, mentoring, serta kesempatan mempraktikkan keterampilan manajerial dapat membantu manajer baru beradaptasi dengan tanggung jawabnya.

Pada akhirnya, promosi bukanlah akhir dari pengembangan diri, melainkan awal dari perjalanan kepemimpinan.Keberhasilan seorang manajer tidak hanya diukur dari pencapaian target, tetapi juga dari kemampuannya membangun tim yang efektif dan terus berkembang.

Referensi

Deloitte Insights. (2025). Is There Still Value in the Role of Managers? — 2025 Global Human Capital Trends. https://www.deloitte.com/global/en/insights/topics/talent/human-capital-trends/2025/future-of-the-middle-manager.html

•2.Best, K. (2025). The Ten Toughest Leadership Problems: And How to Solve Them. Basic Venture, Hachette Book Group. https://www.hachettebookgroup.com/titles/dr-katie-best/the-ten-toughest-leadership-problems/9781541704640/